Cara Memilih Sistem Manajemen Gudang

[ad_1]

Saat ini, sebagian besar gudang sudah diotomatisasi. Ketika datang untuk memilih sistem manajemen gudang, manajer biasanya mencari untuk menggantikan sistem warisan mereka dengan sistem yang memenuhi kebutuhan perusahaan yang berubah, alamat meningkatkan biaya operasional, dan terintegrasi dengan sistem ERP baru, sambil mendapatkan pengembalian investasi cepat (keterjangkauan) dan membuat implementasi sistem sehalus mungkin.

Memilih sistem manajemen gudang yang sesuai dengan kebutuhan, persyaratan, anggaran, dan harapan perusahaan membutuhkan perhatian dan keahlian profesional tingkat tinggi. Banyaknya solusi perangkat lunak WMS dan berbagai metode dan teknologi pergudangan membuat pilihannya menjadi sulit.

Semua sistem manajemen gudang bertujuan untuk memenuhi beberapa tujuan yang secara keseluruhan harus memberikan manfaat yang diharapkan bagi klien. Mengetahui apa yang diharapkan dari sistem membuat pilihan antara berbagai WMS menjadi lebih mudah. Saat mengganti WMS yang ada, manajer yang berorientasi logistik harus menanyakan fitur-fitur berikut:

* Meningkatkan akurasi inventaris dan operasi

* Memaksimalkan pemanfaatan ruang gudang

* Meningkatkan pemenuhan pesanan

* Memberikan biaya kepemilikan yang rendah

* Memberikan ROI cepat

* Mengurangi stok sambil memenuhi permintaan

* Menurunkan waktu pengambilan keputusan

* Memungkinkan untuk implementasi cepat

Untuk memenuhi ini dan harapan lainnya membutuhkan pemahaman aspek kunci dari solusi WMS di masa depan, cara di mana aspek-aspek ini akan memenuhi kebutuhan yang ada, dan manfaat tambahan yang muncul dari memilih sistem manajemen gudang tertentu. Aspek berikut dari setiap WMS relevan dengan manajer berorientasi logistik:

Fungsionalitas. Apa yang ditawarkan sistem? Sebagian besar solusi WMS menawarkan berbagai fungsi yang mencakup aspek dasar pengelolaan gudang. Tetapi selain manajemen inventaris, pengisian ulang, dan pemuatan serta gudang pengiriman juga memerlukan seperangkat fungsionalitas yang lebih canggih seperti modul penagihan, kemampuan lintas dok, dukungan RFID, dll.

Fleksibilitas. Seberapa mudah sistem menyesuaikan diri dengan kebutuhan klien? Sistem manajemen gudang yang fleksibel dapat beradaptasi dengan skenario pergudangan yang berbeda tanpa perlu menginvestasikan sumber daya yang luar biasa dalam adaptasi. Semakin fleksibel sistemnya, semakin mudah ia berintegrasi dalam gudang kerja dan sesuai dengan operasi gudang yang ada dan metode kerja.

Keramahan Pengguna. WMS harus ramah pengguna. Selain menghemat biaya pelatihan, keramahan pengguna membantu menghindari kesalahan pengoperasian.

Interfacing ERP. Pilihan sistem manajemen gudang sangat tergantung pada kemampuannya untuk mengintegrasikan dengan sistem ERP yang digunakan oleh klien. Bisnis bergantung pada aliran informasi yang sukses antara unit-unit perusahaan. WMS harus dapat secara akurat mendukung arus informasi ini.

Inovasi. Teknologi yang mendasari WMS sangat penting untuk kemampuannya untuk mengikuti kemajuan dalam industri. Sistem yang ketinggalan jaman tidak dapat beradaptasi dengan kebutuhan teknologi di masa depan, yang akhirnya mengarah pada kebutuhan akan penggantiannya.

Kekurangan. Setiap sistem memiliki kerugian. Mengetahui kelemahan dari WMS membantu menghindari kejutan dan biaya tak terduga.

Memilih sistem manajemen gudang yang tepat adalah penting. Masalah lain yang memerlukan perhatian adalah pemahaman tentang aspek-aspek kunci dari sistem pilihan, integrasi oleh pemasok yang berpengalaman, dan dukungan kualitas.

[ad_2]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *